Kader Posyandu Mrawan Didorong Disiplin Laporan, Insentif Jadi Perhatian Pemdes

  • Jan 26, 2026
  • DWI YULIANTO
  • KESEHATAN

DESA MRAWAN - Pemerintah Desa Mrawan menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui pertemuan rutin kader Posyandu se-Desa Mrawan yang dilaksanakan di Posyandu Tulip 14 Dusun Gumuk Suda, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, pada Senin, 26 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Mrawan Salim, tenaga kesehatan Puskesmas Mayang, Bidan Desa, Perawat Desa, mahasiswa KKN D3 Kebidanan Universitas Islam Jember, serta seluruh kader posyandu se-Desa Mrawan sebagai bentuk konsolidasi lintas sektor dalam penguatan layanan kesehatan dasar.

Dalam arahannya, Kepala Desa Mrawan, Salim, menegaskan bahwa kader posyandu merupakan pilar utama pelayanan kesehatan desa, sehingga keberadaan mereka harus mendapat perhatian serius, termasuk dalam aspek kesejahteraan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa berkomitmen mempertahankan insentif kader posyandu agar tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

“Insentif kader bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk penghargaan atas pengabdian. Pemerintah desa akan berupaya agar hal ini tetap menjadi prioritas dan tidak masuk dalam skema efisiensi anggaran,” tegasnya.

Sementara itu, Vera, tenaga kesehatan dari Puskesmas Mayang, menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan desa sangat ditentukan oleh kedisiplinan kader dalam pendataan dan pemantauan kesehatan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya peran kader dalam deteksi dini stunting, risiko kehamilan, serta pemantauan tumbuh kembang balita sebagai bagian dari strategi pencegahan jangka panjang.

Pada kesempatan yang sama, Bidan Desa Mrawan, Fitria Hidayati, secara tegas mengingatkan pentingnya laporan bulanan kader posyandu sebagai dasar perencanaan kebijakan kesehatan desa.

“Tanpa laporan yang tertib dan akurat, program kesehatan tidak akan berjalan efektif. Laporan kader adalah dasar kebijakan dan intervensi kesehatan di tingkat desa,” ujarnya.

Pertemuan ini menegaskan arah kebijakan Pemerintah Desa Mrawan yang menempatkan kader posyandu sebagai aktor strategis pembangunan kesehatan desa, bukan sekadar relawan sosial, melainkan mitra utama dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.