PENYULUHAN KELAS BUMIL KEK DESA MRAWAN KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER
- Jul 11, 2024
- DWI YULIANTO
Jember (Desa Mrawan) - Setiap warga negara memiliki hak yang sama tiap masing - masing individunya. Baik hak dalam memperoleh pendidikan, ekonomi, kesehatan, kesetaraan didepan hukum, menyampaikan pendapat dan lain sebagainya. Dewasa ini masih sering kita jumpai berbagai ketimpangan - ketimpangan yang sangat menggambarkan bahwa ada pembedaan dan diskriminasi terhadap hak sebagian besar individu maupun kelompok. Dari segi kesehatan misalnya, ada beberapa lapisan masyarakat yang masih tidak mendapatkan hak nya seperti bagaimana seharusnya. Untuk mengentaskan diskriminasi tersebut, diperlukan peran dari berbagai pihak. Baik dari masyarakat di sekitarnya maupun elemen pemerintahan dari jenjang paling bawah.
Permasalahan yang dekat dengan masyarakat sehari - hari dan menjadi program nasional salah satunya adalah stunting. Hal tersebut menjadi salah satu indikator pembangunan sumber daya manusia guna mempersiapkan generasi emas yang akan meneruskan cita - cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun, stunting ini tidak boleh hanya berhenti pada program pengentasan, namun harus berlanjut dan sudah sedari dini dilakukan pencegahan. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan bayi stunting yakni dari ibu hamil yang kekurangan energi kronis atau lebih dikenal dengan istilah bumil KEK. Dalam rangka mewujudkan program tersebut, pemerintah desa Mrawan mengadakan agenda penyuluhan kelas bumil KEK. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh bapak camat Mayang, pendamping desa dan pendamping lokal desa, bidan desa, para ibu hamil KEK dan segenap jajaran pemerintah desa Mrawan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula desa Mrawan, berlangsung dari pukul 09.00 - 11.00 WIB.
Dalam sambutannya, bapak Salim selaku kepala desa Mrawan menyampaikan bahwa permasalahan stunting dan bumil KEK ini haruslah menjadi fokus utama pembangunan sumber daya manusia bangsa ini. Karena jika program ini dapat terus berjalan dan nampak hasilnya, maka generasi penerus bangsa ini juga dapat diselamatkan dari kemungkinan buruk dampak stunting pada pertumbuhannya. Bapak Nurul Hafid Yasin selaku camat Mayang juga menyampaikan, bahwa sebenarnya beliau berharap para ibu hamil KEK yang hadir dapat didampingi oleh suaminya. Dikarenakan tanggung jawab untuk menjaga ibu hamil agar tidak masuk dalam kategori KEK merupakan tanggung jawab dan atas peran suami juga. Ada satu hal juga yang harus selalu menjadi pegangan bagi seluruh ibu hamil, yakni rasa syukur dan tidak berpikiran negatif. Hal ini disampaikan oleh bapak Daru Pruwito selaku pendamping desa kecamatan Mayang. Karena pikiran dan prasangka buruk itu juga dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil, baik kesehatan fisik dan mentalnya.