Bersih Tanpa Polusi: Tong Sampah Minim Asap Karya Mahasiswa KKN

  • Aug 01, 2025
  • DWI YULIANTO

Jember (Desa Mrawan) - Mahasiswa KKN Kolaboratif 063 melaksanakan inovasi pengelolaan sampah melalui pembuatan tong sampah minim asap. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi alternatif terhadap praktik pembakaran sampah yang selama ini kerap menimbulkan polusi udara, khususnya asap yang dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga sekitar. Dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan, inovasi ini diharapkan mampu menjawab permasalahan pengelolaan sampah di wilayah pedesaan yang belum memiliki sistem pengolahan sampah terpadu.

Proses pembuatan tong sampah minim asap diawali dengan memotong tong logam menjadi dua bagian. Bagian atas difungsikan sebagai ruang pembakaran utama yang akan menampung sampah kering, sementara bagian bawah difungsikan sebagai penampung abu hasil pembakaran serta dilengkapi dengan saluran udara. Pemisahan ini bertujuan untuk menciptakan sirkulasi udara yang lebih baik, sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna dan menghasilkan asap yang lebih sedikit.

Setelah pemotongan, mahasiswa melanjutkan dengan tahap penting yaitu merancang sistem aliran udara (air flow). Mereka membuat lubang-lubang kecil di bagian bawah tong guna memaksimalkan masuknya udara dari luar, yang sangat dibutuhkan untuk proses pembakaran yang efisien. Tanpa aliran udara yang baik, pembakaran akan berlangsung tidak sempurna dan justru menghasilkan lebih banyak asap.

Untuk mengoptimalkan sistem sirkulasi udara tersebut, mahasiswa menambahkan kipas angin (fan) sederhana sebagai alat bantu. Kipas ini berfungsi untuk mengalirkan udara secara stabil dan terus-menerus ke dalam ruang pembakaran, sehingga api dapat menyala dengan lebih efisien dan menghasilkan residu asap yang lebih minim. Konstruksi kipas dilakukan secara manual dengan memanfaatkan barang-barang sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar, namun tetap memperhatikan prinsip keamanan dan efektivitas.

Seluruh proses pembuatan tong dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri, mulai dari perancangan hingga perakitan. Mereka menggunakan peralatan sederhana seperti gerinda tangan, bor, dan alat las, serta melakukan pengujian awal untuk memastikan bahwa tong dapat berfungsi dengan baik. Setiap tahapan pengerjaan dilakukan secara hati-hati dan sistematis, dengan mempertimbangkan aspek fungsionalitas, keamanan, serta kemudahan replikasi di tingkat masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan produk fisik berupa tong sampah minim asap, tetapi juga menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya kesadaran lingkungan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat diadopsi oleh masyarakat, baik dalam skala rumah tangga, kelompok RT/RW, maupun di tingkat komunitas desa.

Lebih dari sekadar proyek teknis, pembuatan tong sampah minim asap ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, sekaligus bentuk nyata penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan lokal. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah dalam mengelola sampah kering, mengurangi pembakaran terbuka yang merusak lingkungan, serta mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat secara berkelanjutan.